SEBANYAK 5 KECAMATAN DI KOTA SUKABUMI MASUK DAERAH POTENSI PERGERAKAN TANAH DAN BANJIR

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Sebanyak 5 kecamatan di Kota Sukabumi, masuk daerah potensi pergerakan tanah dan banjir. Adapun kecamatan yang masuk daerah potensi pergerakan tanah, antara lain Kecamatan Cikole, Kecamatan Citamiang dan Kecamatan Lembursitu. Sedangkan yang masuk daerah potensi banjir, yakni  Kecamatan Gunungpuyuh dan Kecamatan Cibeureum. Seperti dikatakan Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E., hal tersebut sesuai dengan hasil kajian Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).

Namun dari 5 kecamatan tersebut, baik yang masuk daerah potensi pergerakan tanah maupun yang masuk daerah potensi banjir masuk dalam kategori sedang, atau hal tersebut bisa terjadi apabila diguyur hujan deras, terutama pada daerah-daerah aliran sungai dan tebing bukit. Bekaitan dengan hal tersebut, pihak BPBD Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal melakukan sosialisasi dan penyebaran informasi kepada segenap lapisan masyarkat yang ada di 5 kecamatan tersebut, tentang upaya mitigasi bencana pergerakan tanah dan banjir. Maksud dan tujuannya, supaya potensi ancaman bencana tersebut bisa dikurangi.

Selain itu, BPBD Kota Sukabumi juga senantiasa menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat, supaya senantiasa berupaya optimal menjaga kondisi lingkungan di wilayahnya masing-masing, diantaranya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke kali dan selokan, untuk menjaga tersumbatnya saluran kali dan selokan dari tumpukan berbagai jenis sampah, karena dapat menimbulkan bencana banjir. Selain itu, juga untuk meningkatkan kesehatan, kebersihan dan keindahan lingkungan di wilayahnya masing-masing.

Dikatakan pula, pada musim hujan saat ini, BPBD Kota Sukabumi sedang fokus melakukan mitigasi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Kota Sukabumi, khususnya di 5 wilayah kecamatan tersebut. Karena potensi bencana tanah longsor dan banjir di Kota Sukabumi dikhawatirkan semakin besar, sebab intensitas hujan di Kota Sukabumi semakin tinggi. Disamping itu, juga berdasarkan informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), memperkirakan puncak musim hujan yakni pada bulan Januari dan Februari 2019. Lebih jauh dikatakan, sejak ditetapkannya SK (Surat Keputusan) Status Siaga Bencana di Kota Sukabumi pada bulan November 2018 yang lalu, seluruh jajaran BPBD Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal meningkatkan kinerja dan kesiapsiagaan serta menyiapkan Renstra (Rencana Strategis), untuk mengurangi dampak bencana tersebut di Kota Sukabumi.

Leave a Reply