MASYARAKAT AGAR WASPADA ATAS KEMUNGKINAN MUNCULNYA PENYAKIT DBD


Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati, menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa waspada dan berhati-hati atas kemungkinan munculnya penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) di wilayahnya masing-masing, Sebab kasus penyakit DBD di Kota Sukabumi, sampai dengan tanggal 22 Januari 2019, sudah mencapai 34 kasus yang dinyatakan positif DBD, diantaranya 1 orang meninggal dunia.

Dijelaskannya, kasus DBD pada bulan Januari 2019 ini, apabila dibandingkan dengan kasus pada bulan Desember 2018 mengalami peningkatan. Adapun kasus DBD di Kota Sukabumi pada tahun 2018 mencapai 238 kasus, mengalami penurunan dari kasus DBD pada tahun 2017 yang mencapai 352 kasus.

Namun demikian, segenap lapisan masyarakat Kota Sukabumi agar senantiasa waspada dan berhati-hati serta senantiasa berupaya optimal mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit DBD, diantaranya dengan melaksanakan Gerakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), yakni dengan secara rutin menjaga dan memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan di wilayahnya masing-masing.

Disamping itu, juga melaksanakan Gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), termasuk Kegiatan 3-M, yakni Menutup dan Menguras Bak Penampungan Air, serta Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan berkembang biak NyamukAedes Aegypti, serta sebagai tambahannya menggunakan lotion anti nyamuk. Diharapkannya, dengan berbagai upaya tersebut dapat menekan angka kasus DBD di Kota Sukabumi, serta tidak ada lagi korban meninggal dunia.

Menyinggung daerah yang paling rawan terjangkit DBD di Kota Sukabumi, seperti diungkapkan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, diantaranya Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole, Kelurahan Nanggeleng Kecamatan Citamiang, dan Kelurahan Cibeureum Hilir Kecamatan Cibeureum.

Selain itu juga diungkapkan, gejala penderita DBD saat ini berbeda dengan gejala DBD sebelumnya, yakni tidak harus ada bintik-bintik merah dan mimisan. Karena tanda-tanda DBD tersebut, saat ini sudah jarang terjadi. Adapun tanda-tanda DBD yang harus diwaspadai oleh segenap lapisan masyaraskat saat ini, yakni demam atau panas tinggi disertai mual dan muntah.

Leave a Reply