PEMERINTAH DAERAH DAN DPRD KOTA SUKABUMI SAHKAN DUA RAPERDA

Reporter : KHAERU SOBRI

Redaktur/Editor : RATNA NURSEHA

Pemerintah daerah dan DPRD Kota Sukabumi mengesahkan dua dari tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (Perda) definiti, Rabu, 7 Januari 2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi. Kedua raperda tersebut yakni Perda tentang Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio serta Perda tentang pengelolaan limbah domestik. Pengesahan raperda ini dilakukan dalam sidang paripurna DPRD Kota Sukabumi pada Rabu siang. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi H. Andri S Hamami, SH,MH serta sejumlah kepala perangkat daerah, camat dan lurah se- Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi mengatakan, dengan disahkannya Raperda LPPL radio ini maka menjadi pemenuhan terhadap salah satu persyaratan penyelenggaraan LPPL. Hal tersebut sesuai dengan pasal 9 ayat 1 A Peraturan  Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 18 tahun 2016 tentang persyaratan  dan tata cara perizinan penyelenggaraan penyiaran. Selain itu kehadiran Lembaga Penyiaran Publik Lokal diharapkan menjadi media penyiaran di daerah yang mempunyai peran yang sangat penting, strategis dan efektif dalam memberikan keseimbangan informasi pendidikan, kebudayaan dan hiburan yang bersifat positif kepada masyarakat sehingga mampu mendukung keberhasilan pembangunan, kegiatan pemerintahan, dan kemasyarakatan. Dijelaskannya, LPPL Radio dengan nama Swara Perintis Kota Sukabumi diharapkan dapat melaksanakan fungsi sebagai media informasi pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, pelestari budaya serta koordinasi dan atau kemitraan antar lembaga penyiaran radio daerah, media masa dan pemangku kepentingan dengan berorientasi pada seluruh lapisan masyarakat.

Ditambahkannya, melalui penyelenggaraan LPPL Radio dapat disajikan program siaran  dalam rangka penyebarluasan informasi, sehingga visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi 2018-2023 yaitu Religius, Nyaman dan Sejahtera  dapat terwujud. Selain itu dapat mendorong terwujudnya sikap mental masyarakat yang beriman dan bertaqwa, cerdas dan memperkokoh integrasi nasional dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera serta menjaga citra positif daerah, menjunjung kearifal lokal dan berorientasi pada kemajuan daerah, regional dan nasional.

Selanjutnya, dengan ditetapkannya Raperda pengelolaan air limbah domestik diharapkan air limbah domestik yang dibuang ke media lingkungan di Kota Sukabumi tidak menimbulkan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan yang dapat menurunkan derajat kesehatan dan produktifitas kegiatan manusia. Selain itu diharapkan juga dapat lebih memotivasi semua lapisan masyarakat kearah yang lebih sehat. Karena dalam Raperda ini ditekankan larangan-larangan yang berkaitan dengan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Diantaranya membuang dan atau menyalurkan air limbah domestik ke tanah, sungai dan sumber air lainnya tanpa pengolahan dan atau melebihi baku mutu yang telah ditentukan. Kemudian, melakukan penyambungan kedalam jaringan pengolahan air limbah domestik terpusat tanpa izin, menyalurkan air hujan kedalam jaringan pengolahan air limbah domestik terpusat. Selanjutnya membuang benda-benda padat  dan atu sampah yang dapat menutup saluran air dan benda-benda yang mudah terbakar atau meledak yang akan menimbulkan bahaya atau kerusakan jaringan air limbah domestik, membuang air limbah non domestik ke jaringan pengolahan air limbah domestik, menambah atau merubah bangunan jaringan air limbah terpusat tanpa izin, medirikan bangunan diatas jaringan air limbah terpusat tanpa izin. Terakhir, membuang hasil sedotan lumpur tinja tanpa izin.

Leave a Reply