TINGKATKAN KONSUMSI IKAN MELALUI BUDI DAYA BENIH IKAN AIR TAWAR

Reporter : ARIF HIDAYAT

Redaktur/Editor : RATNA NURSEHA

Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Ir. Budi Buntaran menjelaskan, saat ini ada 42 kelompok budi daya ikan air tawar yang aktif di Kota Sukabumi. Kelompok ini mengembangkan ikan air tawar, yang dikonsumsi oleh masyarakat. Ada pula kelompok masyarakat yang membudidayakan benih ikan, atau benih ikan hias. Budi daya Ikan hias di Kota Sukabumi, dinilai lebih maju dari kota lain di Jawa Barat, karena memiliki ciri khas, diantaranya ikan koi dan ikan lain yang tidak ada di tempat lain, seperti ikan hias helicopter.

Selain itu, Kota Sukabumi juga memiliki Balai Budi Daya Ikan (BBI) Sukakarya. BBI Sukakarya mengutamakan budi daya benih ikan, khususnya benih ikan konsumsi, seperti ikan nila, patin dan lele. Dijelaskan pula, pada tahun 2018, Bidang Perikanan DKP3 mempunyai 4 kelompok budi daya ikan, yang memiliki grade sangat bagus, 2 excellent dan 2 sangat baik, dalam budi daya ikan air tawar. Sementara itu, tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Sukabumi, saat ini tertinggi di Jawa Barat, yakni 40,16 persen.

Sementara itu, Kepala UPT Agribisnis Perikanan DKP3 Kota Sukabumi, Surya  Bagia Ghandana, S.Pi., menjelaskan, kolam pembenihan yang ada saat ini sebanyak 36 kolam, terdiri dari kolam induk dan kolam pembenihan. Ikan unggulan yang dibudi dayakan antara lain ikan lele, gurame, patin, nila dan ikan hias seperti ikan koi. Bibit ikan lele dan patin didapat dari BBAT Kota Sukabumi, Ikan gurame dari BBI Tasikmalaya, ikan hias koi dari BBI Ciherang, ikan Nila dari BBI propinsi dan BBAT Kota Sukabumi. Untuk tahun ini, hasil budidaya benih ikan ditargetkan sebanyak dua juta tiga ratus ribu benih. Hasil panen benih ikan dijual ke masyarakat, khususnya kelompok pengusaha ikan air tawar di dalam dan luar Kota Sukabumi.

Leave a Reply