BANYAK FAKTOR YANG MENJADI PENYEBAB TERJADINYA BENCANA BANJIR DI KOTA SUKABUMI

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya bencana banjir di Kota Sukabumi, diantaranya sedimentasi dan berbagai jenis tumpukan sampah, serta bangunan yang melanggar GSS (Garis Sempadan Sungai). Seperti bencana banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu di wilayah RT 02 RW 05 Kelurahan Jayamekar, RT 04 RW  05 Kelurahan Sudajaya Hilir, dan Kampung Pangkalan RT 01 RW 06 Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros, serta di Kampung Lio RT 02 RW 02 Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang, tepatnya di belakang Terminal K.H. Ahmad Sanusi Kota Sukabumi, diakibatkan oleh penyempitan lebar sungai yang disebabkan banyaknya bangunan yang melanggar GSS, sehingga air sungai meluap ke pemukiman masyarakat, karena tidak mampu menampung debit air.

Kepala Bidang Gakda dan SDA (Penegakan Peraturan Daerah dan Sumber Daya Aparatur) Dinas Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Sukabumi, Sudrajat, S.H. menandaskan, seluruh bangunan yang melanggar GSS, sudah diperingati dan ditegur, baik secara lisan maupun tulisan. Karena untuk menindak secara tegas terhadap seluruh bangunan yang melanggar GSS, pihaknya belum bisa melaksanakannya, sebab belum ada Perda (Peraturan Daerah) Kota Sukabumi yang mengatur dan melarang mendirikan bangunan di GSS di Kota Sukabumi. Selain itu, di setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di Kota Sukabumi, sebaiknya memiliki PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil), yang bisa memberikan rekomendasi teknis terkait GSS di Kota Sukabumi.

Kepala Bidang Gakda dan SDA Satpol PP Kota Sukabumi mengharapkan, ke depan ada Perda Kota Sukabumi yang mengatur dan melarang mendirikan bangunan di GSS di Kota Sukabumi, untuk ditegakkan dan dilaksanakan secara optimal, supaya lebar sungai di Kota Sukabumi tidak mengalami penyempitan yang dapat menimbulkan bencana banjir di Kota Sukabumi.

Sementara Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain, S.E. menjelaskan, hasil analisis dan pemantauan tim dari DPU-PRP-KPP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kota Sukabumi, luapan air sungai yang terjadi di wilayah kecamatan tersebut, diakibatkan adanya penyempitan lebar sungai. Sedangkan untuk sedimentasi dan bebagai jenis tumpukan sampah di sungai di wilayah kecamatan tersebut, sudah dibersihkan bersama masyarakat di sekitar sungai tersebut.

Leave a Reply