DALAM ERA KOMTEMPORER PEMBANGUNAN PERLU MENGEDEPANKAN ASPEK IPTEKIN

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri S. Hamami, S.H., M.H. menandaskan, dalam era komtemporer, pembangunan perlu mengedepankan aspek pemanfaatan IPTEKIN (Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi), sebagai faktor pembentuk daya saing dan innovation-driven development. Penandasan Wakil Wali Kota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi Sosialisasi Penguatan SIDa (Sistem Inovasi Daerah) Bidang Penelitian dan Pengembangan, bertempat di Hotel Maxone Sukabumi.

Hadir pada kesempatan tersebut, para Asisten Daerah Setda Kota Sukabumi, para Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),  perwakilan Perguruan Tinggi dan para tamu undangan lainnya. Adapun yang menjadi nara sumber dalam sosialisasi tersebut, yakni dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri, serta dari Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Barat.

Ditandaskan pula, kegiatan inovasi daerah bertujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, dengan sasaran untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, termasuk peningkatan daya saing daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Daerah memiliki tugas untuk membangun dan memperkuat sistem inovasi daerah, sebagai landasan kinerja pembangunan berbasis inovasi. Selain itu juga ditandaskan, SIDa merupakan kerangka untuk membangun sinergi antar pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan segenap pemangku kepentingan, khususnya yang berkaitan dengan pendayagunaan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) serta inovasi dalam pembangunan daerah.

Selanjutnya ditandaskan, Pemerintah Kota Sukabumi telah berkomitmen menjadi wilayah kota yang maju dan berbasis Iptek secara sistematik, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovatif. Untuk itu, SIDa yang telah diterapkan dan dikembangkan di Kota Sukabumi, difokuskan pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, melalui intervensi teknologi bidang pertanian, peternakan dan sektor industri yang berbasis masyarakat, dalam meningkatkan nilai tambah suatu produk.

Disamping juga dibangun sebuah aplikasi berbasis android, dengan memanfaatkan ICT (Information and Communication Technologies), untuk merespon keluhan dan mendengarkan aspirasi, serta sebagai wadah komunikasi masyarakat dengan pemerintah secara dua arah, dengan tujuan untuk menciptakan iklim daerah yang kondusif, khususnya bagi aktifitas pemerintahan, ekonomi masyarakat dan dunia usaha, serta untuk mewujudkan penguatan sistem inovasi daerah, yang dilakukan melalui penataan daya dukung, unsur organoisasi, kerangka regulasi dan internalisasi budaya inovasi.

Leave a Reply