PD BPR TIDAK MENYALURKAN LAGI DANA BERGULIR KEPADA PARA PELAKU UMKM

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

PD BPR (Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat) Kota Sukabumi, mulai tahun 2019 tidak menyalurkan lagi program bantuan dana bergulir kepada para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Sebab menurut Direktur Umum PD BPR Kota Sukabumi. Yudi Permadi, S.H., pada akhir tahun 2018 yang lalu, PD BPR Kota Sukabumi sudah mengembalikan dana bergulir untuk para pelaku UMKM sebesar Rp. 3,4 milyar kepada pemerintah, serta mulai tahun 2019, dana bergulir untuk para pelaku UMKM ini sudah tidak dititipkan lagi di PD BPR Kota Sukabumi.

Namun kendati program bantuan dana bergulir untuk para pelaku UMKM ini sudah tidak ada lagi di PD BPR Kota Sukabumi, tapi untuk kredit permodalan usaha murni yang dimiliki dan digulirkan oleh PD BPR Kota Sukabumi masih tetap berjalan. Adapun plafon untuk kredit permodalan usaha murni yang dimiliki dan digulirkan oleh PD BPR Kota Sukabumi sampai dengan Rp. 200 juta. Sedangkan plafon untuk program bantuan dana bergulir bagi para pelaku UMKM sampai dengan Rp. 15 juta.

Direktur Umum PD BPR Kota Sukabumi menandaskan, dengan sudah tidak adanya program bantuan dana bergulir untuk para pelaku UMKM ini sangat berpengaruh terhadap jumlah debitur PD BPR Kota Sukabumi. Karena pada saat ada program bantuan dana bergulir untuk para pelaku UMKM, jumlah debitur PD BPR Kota Sukabumi mencapai 1.000 orang. Namun saat ini hanya sekitar 700 orang.

Untuk itu, pihaknya akan senantiasa berupaya optimal menambah jumlah debitur PD BPR Kota Sukabumi, diantaranya dengan merambah sekaligus meningkatkan dan mengembangkan pada debitur konsumtif. Selain itu, pihaknya juga saat ini sedang merancang program penyaluran kredit kepada ASN (Aparatur Sipil Negara), seperti kredit sertifikasi yang plafonnya bisa mencapai Rp. 100 juta hingga Rp. 150 juta, serta sedang merancang berbagai upaya dan inovasi lainnya.

Ditandaskan pula, hingga saat ini posisi PD BPR Kota Sukabumi tergolong sehat, dengan jumlah aset yang dimiliki mencapai Rp. 32,5 milyar, dan posisi kredit mencapai Rp. 19,5 milyar dengan tingkat NPL (Non Performing Loan) net 8 persen. Adapun kendala yang dihadapi PD BPR Kota Sukabumi dalam mencari nasabah, yakni mencari nasabah para pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Sebab nasabah para pelaku UKM lebih memilih program KUR (Kredit Usaha Rakyat), yang bunganya sangat kecil yakni sekitar 7 persen.

Leave a Reply