MASYARAKAT AGAR MENINGKATKAN KEWASPADAAN DINI TERHADAP WABAH PENYAKIT RABIES

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, menghimbau kepada seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan instansi terkait serta seluruh lapisan masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan dini terhadap wabah penyakit rabies, atau yang dikenal juga dengan sebutan penyakit anjing gila. Himbauan Wali Kota Sukabumi tersebut, disampaikan melalui Surat Edaran, yang disampaikan kepada para Kepala SKPD, para Camat dan Lurah, Klinik Hewan Swasta, dan para Komunitas Hewan Kesayangan di Kota Sukabumi.

Disampaikannya himbauan tersebut, menyusul adanya KLB (Kejadian Luar Biasa) kasus penyakit rabies di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang menimbulkan korban jiwa meninggal dunia sebanyak 5 orang. Adapun upaya yang harus dilakukan, diantaranya meningkatkan dan secara gencar melaksanakan sosialisasi kepada segenap lapisan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan tata cara pemeliharaan HPR (Hewan Penular Rabies) yang benar, yakni dengan cara diikat atau dikandangkan, terutama hewan anjing.

Selain itu, apabila menemukan anjing liar atau diliarkan yang mencurigakan tertular penyakit rabies, agar segera dilaporkan kepada Petugas Petemakan dan Kesehatan Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi, melalui Telepon Nomor 0266 222186 atau melalui HP Nomor 0852 8076 9330, untuk secepatnya ditindaklanjuti dan dilakukan pencegahan penyebaran penyakit rabiesnya.

Selanjutnya kepada segenap masyarakat pemilik HPR anjing, kucing dan kera, agar secara rutin melakukan vaksinasi rabies minimal 1  tahun sekali. Disamping itu, apabila ada anjing liar atau berkeliaran di tempat umum dan anjing tersebut tidak ada pemiliknya, wajib dilakukan eliminasi oleh petugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya untuk mencegah penyebaran penyakit rabies.

Sedangkan upaya lainnya yang harus dilakukan, yakni menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat, agar menghindari gigitan hewan penular rabies, serta melakukan tindakan P3G (Pertolongan Pertama Pada Gigitan) apabiia terjadi kasus gigitan, dengan cara mencuci luka dengan air mengalir dan memakai sabun selama 10 sampai dengan 15 menit, serta diberi alkohol atau yodium. Kemudian dilaporkan ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai Rabies Center, yakni RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Al-Mulk Kota Sukabumi, untuk mendapatkan tindakan dan penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply