AGAR KASUS TBC DI KOTA SUKABUMI TERUS BERKURANG

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi sekaligus sebagai Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi menandaskan, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan Kota Sukabumi senantiasa berkomitmen, agar kasus TBC (Tuberculosis) di Kota Sukabumi dari waktu ke waktu terus berkurang. Penandasan Wali Kota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi Lokakarya TBC, tepatnya tanggal 25 Maret 2019, di Ruangan Pertemuan Bank BJB Cabang Kota Sukabumi, yang mengambil tema, Saatnya Indonesia Bebas TBC dimulai dari Saya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi ini, dalam rangka memperingati HTBS (Hari TB Sedunia) Tahun 2019, sekaligus menyambut dan memeriahkan Hari Jadi Ke 105 Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2019.

Selain itu, Wali Kota Sukabumi atas nama pribadi dan Kepala Daerah serta Pemerintah Kota Sukabumi, mengucapkan terima kasih dan menyambut baik atas dilaksanakannya Lokakarya TBC ini, karena Indonesia berada di peringkat ke 2 kasus TBC. Untuk itu Wali Kota Sukabumi mengharapkan, dengan dilaksanakannya Lokakarya TBC ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang Penyakit TBC, serta dapat mengantisipasi dan menurunkan pertumbuhan Penyakit TBC, khususnya di Kota Sukabumi umumnya di Jawa Barat dan Indonesia.

Sementara Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati selaku Ketua Panitia Penyelenggara Lokakarya menjelaskan, jumlah pasien TBC yang ditemukan di Kota Sukabumi, pada tahun 2018 mencapai 1.535 orang, yang terdiri dari penduduk Kota Sukabumi dan luar Kota Sukabumi.

Sedangkan untuk pasien TBC penduduk Kota Sukabumi mencapai 1.096 orang, yakni sebanyak 597 laki-Iaki dan sebanyak 499 perempuan. Adapun untuk pasien TBC RO (Resisten Obat) yang ditemukan di Kota Sukabumi dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 mencapai 24 orang, yakni yang sedang diobati sebanyak 13 orang, yang meninggal dunia sebanyak 6 orang, yang pindah alamat 1 orang, yang DO (Drop Out) 1 orang, dan yang sembuh 3 orang.

Leave a Reply