PARA TKI DARI KOTA SUKABUMI LEBIH MEMILIH BEKERJA KE NEGARA-NEGARA ASIA PASIFIK

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Seperti diungkapkan Kepala Seksi Penempatan Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) Kota Sukabumi, Mohamad Sini, S.IP., M.M., para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari Kota Sukabumi, lebih memilih bekerja ke Negara-Negara Asia Pasifik. Buktinya para TKI dari Kota Sukabumi yang bekerja ke Negera-Negara Asia Pasifik, mulai dari Australia, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, Cina, India, Jepang, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Selandia Baru, Singapur, Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Vietnam mengalami peningkatan yang cukup signifikan, apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Adapun yang menjadi salah satu penyebabnya, yakni masih diberlakukannya moratorium ke Negera-Negara Timur Tengah untuk tenaga kerja perorangan, khususnya untuk sektor informal atau PRT (Pembantu Rumah Tangga). Moratorium tersebut mulai diberlakukan setelah dikeluarkannya Kepmenaker (Keputusan Menteri Tenaga Kerja) RI Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah.

Dijelaskannya, dengan diberlakukannya moratorium tersebut, para TKI dari sektor informal khususnya dari Kota Sukabumi, lebih memilih Negara-Negara Asia Pasifik. Dijelaskan pula, pada tahun ini ada 24 orang warga Kota Sukabumi yang mendaftar ke Disnaker Kota Sukabumi, untuk menjadi TKI ke berbagai negara. Sedangkan yang sudah berangkat ada dua orang, dan yang sudah pulang kembali ke Kota Sukabumi satu orang dari Taiwan.

Menyinggung TKI dari Kota Sukabumi yang bermasalah, menurut Kepala Seksi Penempatan Disnaker Kota Sukabumi sangat jarang. Karena pihaknya senantiasa melakukan seleksi secara ketat, baik kepada para calon TKI maupun kepada perusahaan yang menjadi penyalurnya.

Dikatakannya, rata-rata para TKI yang bermasalah itu, yakni para TKI yang berangkat non prosedural, atau yang tidak menempuh persyaratan yang telah ditetapkan. Dikatakan pula, pada tahun 2018 yang lalu, tidak ada TKI dari Kota Sukabumi yang bermasalah. Namun pada tahun 2017 yang lalu, ada TKI dari Kota Sukabumi yang bermasalah, tapi langsung ditindaklanjuti dan ditangani oleh Disnaker Kota Sukabumi dan perusahaan yang menjadi penyalurnya, karena warga Kota Sukabumi.

Leave a Reply