BPJS KESEHATAN GELONTORKAN 11 TRILIUN RUPIAH UNTUK BAYAR RUMAH SAKIT

Reporter/Redaktur/Editor : RATNA NURSEHA

BPJS Kesehatan secara nasional telah menggelontorkan dana sebesar 11 triliun rupiah untuk membayar hutang klaim jatuh tempo kepada rumah sakit. Selain itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar 1,1 triliun rupiah dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, C. Falah Rakhmatiana mengatakan, sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, dibayar dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan pihak BPJS Kesehatan. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap,  pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Sukabumi terdapat 233 FKTP dan 18 FKRTL yang menerima pembayaran dana kapitasi dan tagihan klaim dari BPJS Kesehatan. Adapun total pembayaran yang dilakukan Kantor Cabang Sukabumi sepanjang bulan April 2019 sebesar 150 milyar 165 juta 476 ribu 231 rupiah.

Dijelaskan pula, masa pembayaran kapitasi untuk FKTP jatuh pada tanggal 15 setiap bulannya. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

Dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Diharapkan pula, pihak Rumah Sakit dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

Ditambahkannya, pihak BPJS Kesehatan selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman.Ke depannya, pemerintah akan terus menjaga Program JKN-KIS ini secara berkesinambungan dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki.

Leave a Reply