KELURAHAN KARANG TENGAH DINILAI TIM PENILAI BBGRM TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2019

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, hari Selasa, 23 April 2019, dinilai Tim Penilai BBGRM (Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019. Sedangkan kedatangan Tim Penilai tersebut, disambut dan diterima secara resmi oleh Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, betempat di Ruangan Utama Balai Kota Sukabumi. Hadir pada kesempatan tersebut, para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), para Camat dan Lurah, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Sukabumi menjelaskan, gotong royong merupakan salah sati nilai, norma dan tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Selain itu, juga menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Dikatakannya, secara garis besar dapat diartikan sebagai kegiatan kerja sama masyarakat di berbagai bidang pembangunan, yang diarahkan pada penguatan persatuan dan kesatuan masyarakat, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dengan demikian, dalam pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan, tidak bisa terlepas dari peran serta masyarakat.

Adapun salah satu upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai gotong royong masyarakat, diantaranya melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, khususnya pemberdayaan lembaga kemasyarakatan dalam pelaksanaan pembangunan, melalui kegiatan BBGRM. Diungkapkannya, nilai-nilai gotong royong di masyarakat Kota Sukabumi hingga saat ini masih ada, namun membutuhkan upaya pelestarian serta peningkatan dan pengembangan. Maksud dan tujuannya, supaya dapat memiliki manfaat yang tinggi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang, khususnya dalam hal kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya dan agama serta lingkungan.

Selain itu juga diungkapkan, di Kota Sukabumi setiap tahun diluncurkan P2RW (Program Pemberdayaan Rukun Warga), dengan anggaran yang disalurkan sebesar Rp. 20 juta untuk setiap RW. Secara matetamatis, anggaran tersebut tidak mencukupi untuk mendukung berbagai pelaksanaan pembangunan di setiap RW. Namun dampak dari program tersebut, muncul swadaya masyarakat yang cukup besar, melebihi besaran anggaran program tersebut. Seperti halnya di Kelurahan Karang Tengah, banyak fasilitas-fasilitas masyarakat yang dibangun secara swadaya murni. Diantaranya pembangunan sarana ibadah dan jalan setapak, serta yang cukup besar adalah peran serta masyarakat dalam hal sosial budaya, serta kemanan dan ketertiban.

Leave a Reply