DLH KOTA SUKABUMI SENANTIASA BERUPAYA OPTIMAL MENINGKATKAN SOSIALISASI TENTANG RTH

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Kepala Bidang Penataan Taman dan Kerusakan Lingkungan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, S.H., M.Si. menandaskan, DLH Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal meningkatkan dan mengembangkan sosialisasi tentang RTH (Ruang Terbuka Hijau) di Kota Sukabumi, yakni kepada segenap lapisan masyarakat termasuk kepada kaum milenial di Kota Sukabumi.

Maksud dan tujuannya, supaya segenap lapisan masyarakat di Kota Sukabumi, mengetahui dan memahami tentang fungsi dan kegunaan RTH. Dengan demikian, segenap lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga dan memelihara RTH di Kota Sukabumi. Adapun fungsi dan kegunaan RTH ini, seperti dijelaskan Kepala Bidang Penataan Taman dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Sukabumi, diantaranya sebagai paru-paru kota atau wilayah, untuk menyerap kadar karbondioksida atau CO2, menambah oksigen, menurunkan suhu dengan keteduhan dan kesejukan, serta menjadi area resapan air dan meredam kebisingan.

Ditandaskan pula, selain berupaya optimal meningkatkan dan mengembangkan sosialisasi tentang RTH, pihaknya juga senantiasa berupaya optimal meningkatkan dan mengembangkan sosialisasi tentang masalah persampahan di Kota Sukabumi. Adapun maksud dan tujuannya, supaya segenap lapisan masyarakat di Kota Sukabumi, tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan dan ke kali. Karena pada saat terjadi musim hujan, dapat mengakibatkan terjadinya banjir. Sebab arus air selokan dan kali tersumbat oleh tumpukan sampah, sehingga airnya meluap ke jalan atau ke pemukiman masyarakat.

Untuk itu, segenap lapisan masyarakat Kota Sukabumi agar membuang sampah pada tempatnya, yakni ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara), untuk selanjutnya diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Cikundul, oleh para Petugas Kebersihan DLH Kota Sukabumi.

Selain itu, pihaknya juga senantiasa menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat, agar melakukan pengurangan volume sampah di lingkungannya masing-masing. Diantaranya dengan memilah sampah organik dan anorganik, untuk dijadikan pupuk kompos atau pupuk orgnik dan dijadikan barang-barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis. Karena masalah sampah ini, bukan merupakan tugas dan tanggungjawab pemerintah saja, tapi merupakan tugas dan tanggungjawab semua pihak, yakni pemerintah dan segenap lapisan masyarakat, termasuk kaum milenial.

Leave a Reply