PEMERINTAH KOTA SUKABUMI DUA KALI SALURKAN BANTUAN REHAB KELAS  MDTA AMALIYAH

Reporter : KHAERU SOBRI

Redaktur/Editor : RIKSAN SATYAPRAWIRA

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, Ludi Jalaludin, memberikan tanggapan terkait beredarnya pemberitaan disejumlah  media mengenai   bangunan ruang kelas Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Amaliyah yang berada di Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi yang kondisinya mengalami rusak parah.

Menurutnya, Pemerintah Kota Sukabumi rutin setiap tahun memberikan bantuan untuk rehabiltasi ruang kelas sebesar Rp. 10 juta kepada Madrasah Diniyah yang menjadi percontohan disetiap kecamatan, termasuk salah satunya MDTA Amaliyah.

Dikatakannya, bahkan pada tahun 2018 lalu pun Madrasah tersebut juga mendapatkan kembali bantuan dari Pemerintah Kota Sukabumi sebesar Rp. 20 juta untuk rehabilitasi ruang kelas. Dirinya menandaskan, apabila bantuan dari Pemerintah Daerah diberikan secara bertahap menyesuaikan alokasi anggaran.

Selain itu dalam pemberian bantuan dilakukan secara bergilir, karena ada lebih dari 180 Madrasah Diniyah yang harus difasilitasi oleh Pemerintah Kota Sukabumi.

Ditambahkannya, jika satu Madrasah kondisi bangunannya, masuk kategori skala prioritas rehabilitasi, maka pihaknya akan berupaya mencari sumber bantuan pendanaan, diantaranya kepada Badan Amil Zakat Nasional Kota Sukabumi.

Dirinya juga menghimbau kepada pengelola lembaga pendidikan diniyah agar berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk membantu penyelenggaraan pendidikan. Sebab lembaga pendidikan keagamaan non formal tersebut berasal dari masyarakat, dikembangkan oleh masyarakat dan milik masyarakat.

Sementara itu Tenaga pengajar MDTA Amaliyah, Papat Fatimah, mengungkapkan, lembaga pendidikannya pernah dua kali mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah. Bantuan pertama sebesar Rp. 10 Juta dan bantuan berikutnya pada tahun 2018 sebesar Rp.20 Juta.

Dikatakannya, bantuan tersebut telah digunakan untuk rehab ruang kelas, adapun untuk ruang kelas yang belum direhab, lambaganya telah dan terus berupaya mengajukan bantuan ke berbagai pihak.

Leave a Reply