RW 08 KELURAHAN BAROS DINILAI TIM VERIFIKATOR PROKLIM TINGKAT NASIONAL

Reporter : KHAERU SOBRI

Redaktur/Editor : RIKSAN SATYAPRAWIRA

RW 08 Kelurahan Baros, Kecamatan Baros terpilih mewakili Kota Sukabumi ke tingkat nasional dalam lomba program iklim (proklim) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tim verfikasi dari provinsi dan pusat telah tiba di Kota Sukabumi pada Kamis (27/6/2019). Kedatangan tim verifikasi tersebut guna melakukan pengecekan secara langsung di lapangan.

Lurah Baros, Ahmad Saripudin mengatakan, Kampung di RW 08 menjadi penilaian lomba kampung iklim tingkat nasional. Adapun sejumlah program yang menjadi unggulan di  RW tersebut yakni produk  makanan maupun minuman kesehatan dari hasil olahan tanaman dan sayuran yang ditanam di lahan pekarangan warga seperti kankung, pokcai, cabe, bengkuang, jeruk, bawang daun, markisa serta toga.

Dikatakannya, program pemanfaatan lahan pekarangan tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2016, hal itu dilakukan, selain untuk penghijauan lingkungan juga untuk memotivasi warga akan pentingnya manfaat tanaman dan sayuran bagi kesehatan, apalagi bila diolah menjadi produk makanan dan minuman  bisa bernilai ekonomis sehingga bisa meningkatkan perekonomian.

Ditambahkan pula, tak hanya itu, program unggulan lainnya yaitu  program TURBOTIK DERAS (Tukar botol plastik bekas dengan beras) yang sudah berjalan sejak 2016. Botol plastik tersebut didaur ulang atau dimanfaatkan menjadi produk kerajinan tangan seperti tas, piring, pot bunga dan tikar.

Sementara itu, Tim Verifikator Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Wiyadi mengungkapkan, kegiatan lomba proklim ini merupakan gerakan nasional pengendalian perubahan iklim yang berbasis komunitas.

Ditandaskannya, adapun yang menjadi indikator penilaian  adalah program atau aksi nyata warga dalam upaya adaptasi untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan mengurangi kerentanan dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta mitigasi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca.

Dirinya berharap, hasil verifikasi tersebut nantinya dapat memperkuat semangat warga setempat dalam mengembangkan kampung iklim sehingga dapat mengurangi kerentanan terhadap dampak perubahan iklim.

Leave a Reply