KOTA SUKABUMI MENDAPAT KEMBALI PENGHARGAAN KOTA LAYAK ANAK

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Kota Sukabumi mendapat kembali Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Madya untuk keenam kalinya dari Pemerintah Pusat. Penghargaan tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, kepada Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, dalam rangkaian peringatan HAN (Hari Anak Nasional) Tahun 2019, yakni pada acara Penganugerahan Kota Layak Anak, tepatnya tanggal 23 Juli 2019, yang dipusatkan di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Wali Kota Sukabumi mengharapkan, dengan diraihnya kembali penghargaan ini, dapat memicu dan memotivasi semua pihak, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada anak dan upaya perlindungannya. Selanjutnya Wali Kota Sukabumi atas nama Kepala Daerah dan Pemerintah Kota Sukabumi, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak dan masyarakat Kota Sukabumi, yang senantiasa memberi dukungan dalam menciptakan dan meningkatkan Kota Sukabumi sebagai Kota Layak Anak. Karena Kota Sukabumi bisa meraih kembali penghagaan tersebut, merupakan hasil kerja keras semua pihak, yakni Pemerintah Kota Sukabumi dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait, serta seluruh elemen masyarakat.

Dikatakannya, Pemerintah Kota Sukabumi dan SKPD terkait serta seluruh elemen masyarakat, senantiasa berupaya optimal mewujudkan Kota Sukabumi menjadi Kota Layak Anak dan memenuhi 24 indikator yang ditetapkan. Wali Kota Sukabumi juga mengharapkan, komitmen semua pihak di Kota Sukabumi dalam memperhatikan anak-anak harus senantiasa ditingkatkan dengan baik dan optimal, dengan penuh rasa tanggungjawab. Diantaranya dengan meningkatkan program dan kegiatan, untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak, supaya anak-anak di Kota Sukabumi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dijelaskannya, apabila hak anak dapat terpenuhi dan terlindungi dengan baik, hal ini menunjukkan, bahwa negara dan pemerintah benar-benar hadir dalam pembangunan perempuan dan perlindungan anak.

Leave a Reply