Reporter : Arif Hidayat
SDN Cimanggah I pada 30 Mei 2024 melaksanakan kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Martin Wahyudi.
Dalam sambutannya Kepala Bidang Dikdasmen Disdikbud Kota Sukabumi, mengapresiasi SDN Cimanggah I karena kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari dua elemen penting pendidikan saat ini yaitu kurikulum merdeka dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Menurutnya kedua elemen ini saling melengkapi karena kurikulum merdeka menyediakan ruang untuk sekolah mengembangkan pendidikan sesuai kebutuhan, sementara P5 berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa sesuai dengan ajaran Pancasila.
“Kita lihat karya siswa yang luar biasa dengan penekanannya lebih kepada kearifan lokal. Alhamdulillah melalui gelar karya ini banyak diangkat budaya lokal. Kedepannya diharapkan Gelar Karya bisa terus dilanjutkan.” Ujarnya
Sementara Ketua Panitia Gelar Karya, Khaeru Sobri, mengatakan bahwa Gelar Karya P5 merupakan kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila.
Gelar Karya P5 memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kemampuan siswa dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam bentuk produk, tetapi dapat berupa unjuk potensi sesuai bakat dan minat siswa. Selain itu Gelar Karya P5 memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan inovasinya dalam menyelesaikan projek.
“Karya yang ditampilkan berkaitan dengan gaya hidup berkelanjutan seperti daur ulang sampah, kemudian kerajinan atau produk bertemakan kearifan lokal. Pelajar yang terlibat adalah kelas 1, 2, 4 dan 5. Gelar karya ini adalah puncak dari kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak semester I.” Jelas Sobri
Ia melanjutkan Gelar Karya P5 juga menjadi ajang kolaborasi antar siswa, guru, dan orang tua. Dalam hal kolaborasi antar siswa, mereka belajar untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswa dalam menyelesaikan projek. Adapun orang tua dapat terlibat dalam proses pengerjaan projek dengan memberikan dukungan dan masukan kepada siswa.