PasimGo Migrant Center Akan Menggelar International Job Fair Yang Menyediakan Lebih Dari 5.000 Lowongan Pekerjaan

Reporter : Riksan

PasimGo Migrant Center Universitas Nasional Pasim akan mengadakan International Job Fair yang menyediakan lebih dari 5.000 lowongan pekerjaan di berbagai perusahaan internasional.

Ketua Yayasan Pasim Sukabumi, Wati Purwaningrum, dalam talkshow Radio Swara Perintis pada 16 Juli 2026, menyebutkan bahwa bursa kerja internasional yang akan diadakan pada tanggal 27 dan 28 Juli 2026 di Kampus Pasim, memberikan peluang bagi masyarakat yang ingin berkarir di negara – negara eropa dan asia seperti Jerman dan Jepang. Adapun pekerjaan yang ditawarkan di antaranya terdiri dari pekerjaan di bidang pertanian, konstruksi, pengolahan makanan, care giver dan perikanan.

“Jepang paling banyak menyediakan lowongan pekerjaan. Mereka minta dari Indonesia sebanyak 800 ribu pekerja migran kerja per tahun,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa International Job Fair ditargetkan bisa menyerap sebanyak 5.000 orang tenaga kerja. Bursa kerja yang dijadwalkan dimulai dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini, akan diisi pula dengan beberapa kegiatan seperti seminar karir, konsultasi penempatan luar negeri, serta konsultasi pembiayaan dan BPJS.

“Ini komitmen kita untuk membantu pemerintah, dalam hal pemberangkatan pekerja migran dari Sukabumi dan secara umum dari Indonesia,” ucapnya.

Sedangkan Dewan Pembina Yayasan Pasim, Rinalwan Buchori, menjelaskan bahwa PasimGo Migrant Center bertujuan untuk mencetak pekerja migran Indonesia yang memiliki skill, sehingga bisa memiliki karir yang layak bahkan mampu masuk ke dalam jajaran manajemen menengah dan puncak di berbagai perusahaan internasional.

“Tahun ini kementerian itu mencoba meng-upskill kemampuan pekerja migran kita, agar kerja dengan skill melalui berbagai pelatihan. Tentunya di Universitas Nasional Pasim ini menjadi tugas baru, karena kita sama – sama tahu karena peluang kerja di Indonesia lagi kurang baik, dan oleh karena itu ini peluang besar. Harapan kita lulusan Universitas Nasional Pasim bisa berkiprah di luar negeri,” tandasnya.

Leave a Reply