Reporter : Arif Hidayat
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) dalam rangka penyusunan rencana kerja tahun 2027. FPD yang digelar pada 3 Februari 2026 bertempat di Aula Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Kota Sukabumi, dibuka oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana. Turut menghadiri FPD di antaranya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sukabumi dan para pemangku kepentingan lainnya di bidang sosial.
Kepala Dinsos Kota Sukabumi Een Rukmini menerangkan bahwa tahun ini pihaknya telah menyusun sejumlah program dan kegiatan, seperti terlibat dalam penyiapan pekerja migran Indonesia, kemudian melanjutkan program Ayeuna Waktuna Berbagi 12 Pas, penurunan angka kemiskinan, termasuk penerapan sekolah rakyat. Ia melanjutkan sejumlah program tersebut akan tetap dilaksanakan pada tahun 2027. Selain itu Dinsos pun akan memperkuat penanganan terhadap pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial seperti disabilitas, dan lansia terlantar.
“Sesuai dengan program dan inovasi Dinas Sosial yaitu bagaimana saudara – saudara kita yang ada keterbatasan fisik atau yang lainnya, bisa mengembangkan potensi melalui kegiatan seni. Kemudian juga ada program pemberdayaan ekonomi untuk disabilitas, lalu lansia ada program bagaimana kita meningkatkan kependulian sosial yang akan diterapkan pada ASN, jadi 1 ASN 1 Lansia, termasuk ke dunia usaha,” jelasnya.

Sementara Wakil Wali Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan FPD. Ia menekankan bahwa FPD merupakan langkah awal yang sangat penting untuk menyusun arah pembangunan Kota Sukabumi dalam lima tahun ke depan, agar hasil pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia pun menerangkan Pemerintah Kota Sukabumi akan berusaha untuk menurunkan angka pengangguran terbuka, karena hal ini memiliki keterkaitan erat dengan upaya menekan angka kemiskinan.
“Kita punya upaya bekerja sama dengan Kementerian P2MI. Indeks kemiskinan dengan tingkat pengangguran itu hampir berbanding lurus, kalau penganggurannya turun maka otomatis kemiskinan pun turun,” ujarnya.