Reporter : Riksan
Kota Sukabumi mengalami inflasi tahunan atau year to year 3,74 %, namun secara bulanan (month to month) mengalami deflasi 0,03 %. Hal ini terungkap melalui data yang diunggah akun instagram Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah ( @baper.update )pada 4 Februari 2026.
Deflasi pada Bulan Januari dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai merah, telur ayam ras, bawang merah, dan beras. Selain itu fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ikut mempengaruhi pula deflasi pada Bulan Januari.

Sedangkan inflasi dipengaruhi oleh harga properti, otomotif, hingga rokok. Data Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menunjukkan, inflasi tahunan Kota Sukabumi melebihi rata – rata inflasi nasional sebesar 3,55 %, dan inflasi Jawa Barat sebesar 3,24 %.
Pemerintah Kota Sukabumi memandang serius tingginya tingkat inflasi, dan mengambil sejumlah langkah untuk mengendalikan inflasi. Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah di tujuh kecamatan dari tanggal 5 hingga 13 Februari mendatang, kemudian melakukan pemantauan rutin harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional, serta meningkatkan kolaborasi seluruh pihak melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah.