Reporter : Arif Hidayat
Pengurangan sampah sejak dari hulu menjadi fokus utama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahun 2027. Kepala DLH Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah, dalam Forum Perangkat Daerah DLH yang dilaksanakan pada 11 Februari 2026 di Kantor Kecamatan Citamiang, memaparkan bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi volume sampah seperti dengan merevitalisasi Bank Sampah Induk Kota Sukabumi, dan menjalin kerja sama dengan PT Semen Jawa dalam pengelolaan sampah.
Selain itu pada tahun 2027, DLH pun merencanakan untuk mengoptimalkan TPS3R, menata Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, menggulirkan program kampung iklim, dan pembinaan serta pengawasan pelaku usaha.
Seluruh program yang dirancang tersebut merupakan respons atas isu lingkungan hidup seperti masih minimnya penerapan teknologi dalam pengelolaan sampah, semakin berkurangnya kapasitas TPA Cikundul, serta masih tingginya volume sampah organik. Berdasarkan data, jumlah volume sampah yang masuk ke TPA Cikundul adalah 190,32 ton per hari, yang berasal dari sektor rumah tangga sebesar 38 persen, pusat perniagaan 19 persen, kemudian fasilitas publik 17 persen, lalu pasar tradisional 14 persen dan sisanya dari perkantoran.
“Semua dimulai dari hulu, dan itu yang akan kita kejar secara kewenangan pemerintah untuk memberikan rekomendasi, dan edukasi. Tetap kita dorong masyarakat untuk memilah dan memilih sampah,” ucapnya saat diwawancara.
Ia pun menjelaskan DLH pun akan berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik.
“Sampah organik di rumah tangga maupun di industri masing – masing, kita sedang upayakan,” tandasnya.