Reporter : Syifa Yumna Abiyyu
Kelurahan Cisarua memiliki potensi dalam pengembangan produk UMKM. Hal ini dibuktikan dengan munculnya berbagai produk unggulan UMKM dari Kampung Babakan Jampang RT 01 RW 11, seperti permen jahe Super Raja. Lokasi ini juga dikenal dengan nama Kampung Layangan, karena pelaku UMKM setempat menghasilkan pula layang-layang, sebagai produk unggulan mereka.
Pemilik usaha permen jahe Super Raja, Udo Rumaedi, yang diwawancara pada 3 September 2026 menjelaskan bahwa dengan dibantu lebih dari 40 orang pekerja, ia bisa menghasilkan sekitar 400 hingga 500 kilogram permen jahe per hari.
“Tidak tentu tergantung pesanan, kadang lebih sampai 700 kilogram. Usaha ini pertama kali pada tahun 2020,” ucapnya.
Produknya pun telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Bogor, bahkan lintas provinsi hingga ke Bali dan Kalimantan.
“Kadang kita bekerja dengan shift tergantung ramainya pesanan. Harapannya agar pemerintah mau membantu di bidang pemasaran,” tambahnya.
Seperti namanya, kampung ini memang menjadi tempat bagi para pengrajin layang-layang. Ketua RW setempat, Henhen Kushendar, mengatakan saat ini terdapat 20 pengrajin layang-layang di Kampung Layangan.
“Untuk Kampung Layangan ini dari tahun 2024 sampai sekarang. Kalau tradisi (membuat) layangan ini sudah dari dulu. Selain layangan kita juga menjual bahan bakunya seperti kertas, nilon, dan gelasan,” jelasnya.
Senada dengan Udo, ia pun mengharapkan pemerintah daerah bisa memberikan bantuan untuk memperluas akses pemasaran. Bahkan untuk menjaga tradisi bermain layang-layang, ia juga mengharapkan pemerintah menyediakan lahan yang memadai untuk bermain layang-layang, yang juga bisa dijadikan daya tarik wisata.
Sementara salah satu pengrajin yakni Nang Supriatna, mengatakan dalam sehari ia bisa memproduksi 20 buah layang-layang. Produk mereka, bukan hanya dijual di dalam kota, tetapi juga ke berbagai wilayah seperti Depok, Bekasi, dan Jakarta.
Selain permen jahe dan layang – layang, masyarakat setempat juga mengembangkan berbagai produk lainnya, seperti anyaman bambu untuk keranjang makanan, serta kue sumpiah dan keripik tempe. Produk – produk tersebut telah dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Cianjur dan Bandung.
Sedangkan Sekretaris Kelurahan Cisarua, Entang Darmadi, pada kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi pihak kelurahan terhadap masyarakat Kampung Babakan Jampang RT 01 RW 11, yang telah bergerak untuk membangkitkan perekonomian warga.
“Kami berterimakasih kepada warga yang tidak hanya diam, tetapi bisa menghasilkan, ada kreativitas tersendiri yang bisa menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya,” tandasnya.