Kelurahan Gunung Parang Kuatkan Peran Kader PKK dan Posyandu Dalam Penanganan Stunting

Reporter : Arif Hidayat

Pemberdayaan keluarga menjadi salah satu strategi Kelurahan Gunung Parang dalam penanganan stunting. Strategi tersebut akan dijalankan seperti dengan menghidupkan kembali Waruga atau Warung Gunung Parang, dalam rangka pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Ketua TP – PKK Kelurahan Gunung Parang, Evi Hendrayani, dalam sambutannya pada kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh pihak kelurahan pada 4 September 2026 di kantor kelurahan, menjelaskan dalam upaya mengaktifkan kembali Waruga yang merupakan wadah pemasaran produk UMKM setempat, pihaknya akan memanfaatkan modal dari UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga), yang merupakan tabungan para kader PKK. Selain menjual produk UMKM, Waruga rencananya akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi anggota PKK dengan harga yang lebih terjangkau.

“Nanti keuntungannya itu akan kembali lagi pada anggota PKK. Sekarang itu mau dimulai lagi, makanya diusulkan ke kelurahan bahwa kita membutuhkan lemari pendingin dan etalase,” jelasnya.

Diharapkannya rencana kegiatan pemberdayaan melalui Waruga, akan melengkapi upaya pencegahan stunting lainnya yang telah dilaksanakan oleh pihak kecamatan dan kelurahan, seperti melalui inovasi satu telur setiap pegawai. Menurutnya sejauh ini terdapat empat orang anak yang terindikasi stunting di Kelurahan Gunung Parang, dengan dua orang anak memiliki penyakit bawaan.

“Kita selalu berkoordinasi dengan Puskesmas untuk (penanganan) anak terindikasi stunting. Kita berikan makanan tambahan, dan dari kecamatan ada program Sate Sapi (Satu Telur Satu Pegawai), alhamdulillah sangat membantu,” ucapnya.

Adapun kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dibuka oleh Ketua TP – PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, diikuti oleh Kader PKK dan Posyandu, serta mengusung tema pemberdayaan keluarga melalui penguatan kader PKK dan Posyandu, untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, bebas stunting.

Leave a Reply