Puskesmas Limusnunggal Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Untuk Menyelesaikan Masalah Kesehatan

Reporter : Hendriansyah

Puskesmas Limusnunggal menggelar Mini Lokakarya Lintas Sektoral Triwulan dengan fokus pada upaya pengentasan stunting dan penanggulangan penyakit Tuberculosis (TBC). Mini lokakarya yang diadakan pada 27 Maret 2026, dihadiri di antaranya oleh Forkopimcam, kader posyandu, serta tokoh masyarakat.

Camat Cibeureum Yanwar Ridwan dalam sambutannya ketika membuka kegiatan ini, mengharapkan mini lokakarya bisa dilaksanakan secara rutin setiap bulan, sebab melalui kegiatan ini para pemangku kepentingan bisa memetakan masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Limusnunggal, yang mencakup dua kelurahan yakni kelurahan Sindang Palay dan Limusnunggal.

Sedangkan terkait penanganan stunting, ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan, kelurahan, maupun para pemangku kepentingan lainnya telah melakukan sejumlah upaya yang sejauh ini membuahkan hasil, karena terjadi penurunan angka kasus stunting di Kecamatan Cibeureum.

“Baik kecamatan maupun kelurahan kita berinovasi untuk menurunkan angka stunting. Alhamdulillah dari sekitar 261 kasus, tinggal 100 –an kasus, jadi hampir 60 % sudah kita intervensi, dan penurunannya signifikan,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Limusnunggal, dr. Muhammad Eki Lukita, ketika diwawancara menyampaikan bahwa data Puskesmas menunjukkan adanya penurunan kasus stunting di dua kelurahan yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Limusnunggal. Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting yang dilakukan pihak Puskesmas bersama pemangku kepentingan lainnya, difokuskan salah satunya kepada anak dibawah usia dua tahun dan lima tahun.

“Kasus stunting sendiri dipisahkan penyebabnya. Jika karena penyakit bawaan, agak berat menyembuhkannya. Tapi jika disebabkan perihal lainnya seperti gizinya kurang atau habit kebersihan keluarganya kurang, itu kita masih bisa mengusahakan, dengan program atau tindakan tertentu,” jelasnya.

Ia menambahkan salah satu tujuan diadakannya mini lokakarya adalah meningkatkan koordinasi dalam penyelesaian masalah kesehatan, terutama untuk menangani penyakit yang dalam penanggulangannya membutuhkan intervensi dari berbagai pihak.

“Bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, atau menyelesaikan satu masalah kesehatan yang harus dikerjakan bersama – sama seperti TBC yang penyembuhannya tidak hanya dari sisi medis, karena tergolong penyakit yang memerlukan perhatian (dari) faktor lainnya,” tandasnya.

Leave a Reply