Reporter : Hendriansyah
Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Sukabumi menggelar Festival Olahraga Masyarakat untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 112 Kota Sukabumi. Festival yang diadakan di Lapangan Merdeka pada 5 April 2026, diisi di antaranya dengan senam bersama, penerimaan para atlet yang telah berlari dengan rute 112 kilometer, serta penampilan dari berbagai induk olahraga seperti airsoft gun, sepatu roda, free style BMX dan Taichi. Selain itu festival ini diramaikan juga dengan kehadiran komunitas Restoe Boemi dan mahasiswa PJKR, yang melaksanakan kegiatan kebersihan di area Lapangan Merdeka.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi bagi Kormi yang telah menggelar Festival Olahraga Masyarakat, untuk memeriahkan HUT ke – 112 Kota Sukabumi. Ia menerangkan di tengah efisiensi keuangan pemerintah saat ini, kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan harus terus diperkuat, agar setiap program dan kegiatan bisa tetap dijalankan.
“Memang pada ulang tahun Kota Sukabumi, kita mengangkat beberapa sisi ya, dari mulai olahraga yang berdampak pada masyarakat, kemudian sisi kebudayaan juga. Tanggal 18 April akan ada karnaval budaya, insyaallah ada Pak Gubernur juga, mudah – mudahan beliau jadi hadir. Kemudian ada Car Free Day (19 April 2026), yang lebih panjang dari mulai (persimpangan) Jalan Otista hingga BRI (Jalan Ahmad Yani),” ucapnya ketika diwawancara.

Sedangkan Ketua Kormi Kota Sukabumi Indra Wiguna menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah melibatkan pihaknya dalam perayaan Hari Jadi Kota Sukabumi. Seperti dijelaskannya bahwa Kormi melalui beberapa induk olahraga juga akan ikut meramaikan puncak acara HUT ke – 112 Kota Sukabumi pada tanggal 18 April mendatang. Adapun pada Festival Olahraga Masyarakat, melibatkan 18 induk olahraga yang tergabung dalam Kormi.
“Kita lihat bersama, buktikan bahwa Kormi ada untuk Pemerintah Kota Sukabumi. Mudah – mudahan apapun bentuknya Pemerintah Kota Sukabumi bisa lebih mendukung demi kemajuan olahraga masyarakat,” jelasnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada Asosiasi Olahraga Pendaki Gunung Indonesia (AOPGI) yang menuntaskan rute lari sepanjang 112 kilometer dari Gunung Gede ke Kota Sukabumi.
“Luar biasanya AOPGI, naik gunung ke Gunung Gede, dan dibuktikan dengan foto – fotonya dan alhamdulillah tidak ada kendala, dan 112 kilometer itu merupakan bukti cinta kami untuk Kota Sukabumi,” tandasnya.