Bagian Perekonomian Setda Umumkan Kondisi Inflasi Kota Sukabumi Pada Bulan April 2026

Reporter : Riksan

Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Sukabumi pada 6 Mei 2026, mengumumkan bahwa berdasarkan rilis resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada Bulan April lalu inflasi di Kota Sukabumi menyentuh angka 0,04 %. Angka inflasi Month to Month tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan angka inflasi nasional sebesar 0,13%.  

Adapun berdasarkan perhitungan Year on Year, inflasi Kota Sukabumi mencapai 2,57 %, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Barat dengan angka inflasi 2,49% dan angka inflasi nasional sebesar 2,42%.

Terdapat beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi pada Bulan April di antaranya adalah minyak goreng, tahu mentah, telepon seluler, daging sapi, kopi bubuk, dan air kemasan. Sedangkan penyumbang inflasi berdasarkan perhitungan year on year di antaranya adalah emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, telur ayam ras, sigaret kretek mesin, dan beras.

Bagian Perekonomian juga melaporkan beberapa catatan penting yang mempengaruhi kondisi perekonomian pada Bulan April lalu yakni harga emas global yang mengalami penurunan, kemudian harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit menurun pasca Idul Fitri, tarif angkutan kembali normal setelah periode mudik lebaran, dan kenaikan harga energi yang dipengaruhi kondisi geopolitik global.

Selain itu dijelaskan pula bahwa Pemerintah Kota Sukabumi melakukan sejumlah upaya pengendalian inflasi, seperti dengan mempererat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengadakan gerakan pasar murah, dan secara rutin memantau harga bahan pokok penting. Secara umum inflasi Kota Sukabumi tetap terjaga dalam rentang target nasional sebesar 2,5% dengan deviasi kurang lebih 1%.

Leave a Reply