Reporter : Hendriansyah
Tiga Puskesmas di Kota Sukabumi yakni Puskemas Baros, Cipelang, dan Sukabumi, ditetapkan sebagai Rabies Center oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Keberadaan rabies center di tiga Puskesmas tersebut, melengkapi rabies center yang sebelumnya telah beroperasi di RSUD Al – Mulk.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam acara akselerasi pengendalian penyakit melalui kemitraan strategis dan peluncuran rabies center yang diadakan Dinkes pada 24 Juni 2026, menyatakan bahwa keberadaan rabies center menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Sementara itu Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ida Halimah, dalam acara yang digelar di Hotel Permata Hijau tersebut, menuturkan bahwa penetapan tiga Puskesmas tersebut sebagai rabies center, merupakan bagian dari upaya merealisasikan target nasional untuk mengeliminasi rabies pada tahun 2030.
“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif, mulai dari memelihara hewan dengan bertanggung jawab hingga membawa hewan peliharaannya untuk divaksinasi secara rutin,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Denna Yuliavina, menjelaskan bahwa rabies center akan menyediakan layanan terpadu dalam penanganan kasus gigitan hewan penular rabies. Rabies center dilengkapi pula ketersediaan vaksin anti rabies.
“Sebetulnya 15 Puskesmas sudah siap melakukan tata laksana terhadap gigitan hewan penular rabies. Namun ketersediaan vaksinnya sekarang ada di empat rabies center,” jelasnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Jawa Barat, drg. Ruseno, dan Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Provinsi Jawa Barat, Uus Sukmara. Selain membahas mengenai rabies, dalam acara ini dibahas pula mengenai penanggulangan penyakit Tuberculosis.
“Sampai minggu pertama Juni, kita menemukan 1.406 kasus TBC dari target capaian di tahun 2026 itu sekitar 2.600 orang yang harus kami konfirmasi terkait TBC. Sehingga hari ini kami melakukan akselerasi percepatan kemitraan strategis dengan mengundang perangkat daerah, termasuk NGO,” tandas Dena.