Reporter : Hendriansyah
Efisiensi anggaran menjadi tantangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabaruddin, dalam kegiatan Forum Perangkat Daerah (FPD) BPBD, yang dilaksanakan pada 10 Februari 2026 di SKBM Resto and Café, mengungkapkan bahwa penanganan kebencanaan merupakan bagian dari pelayanan wajib dasar, dan menurunnya anggaran BPBD bisa berdampak pada lemahnya perencanaan jangka panjang, serta berkurangnya kemampuan respons cepat ketika terjadi bencana.
Ia melanjutkan alokasi anggaran yang ada saat ini masih lebih difokuskan pada penanganan saat tanggap darurat, sementara upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan belum menjadi prioritas. Kondisi ini meningkatkan risiko dan dampak bencana di masa mendatang serta menurunkan tingkat kesiapan dan ketahanan masyarakat.
Kendati demikian, BPBD tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Meskipun penganggaran mengalami pengurangan dibandingkan tahun sebelumnya, fokus kami tetap pada prioritas utama, yaitu penyelamatan jiwa dan penanganan darurat yang cepat serta tepat sasaran,” ujarnya
Sementara Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang membuka FPD BPBD menyampaikan apresiasi kepada segenap jajaran BPBD atas dedikasi dan kesigapannya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia pun menjanjikan akan berupaya untuk mengalokasikan anggaran khusus bagi BPBD, agar bisa lebih maksimal dalam memberikan pelayanan.