Disnaker Siapkan Tenaga Kerja Profesional Melalui Program Bestari

Reporter : Riksan

Sebanyak 500 orang yang berasal dari berbagai kelurahan, telah terdata sebagai calon peserta Program Bestari, Be Star International, yang digulirkan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi. Program bimbingan dan penempatan kerja ke mancanegara ini, bertujuan untuk membantu warga Kota Sukabumi bekerja di luar negeri secara legal dan profesional.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat dalam talkshow Radio Swara Perintis pada 6 Januari 2026, mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Sukabumi untuk menurunkan angka pengangguran terbuka yang cukup tinggi. Salah satu faktor penyebab tingginya angka pengangguran terbuka adalah pertumbuhan industri yang tidak terlalu signifikan akibat minimnya ketersediaan lahan di Kota Sukabumi.

“Data BPS tahun 2024 (menunjukkan) sekitar 8,34 % warga Kota Sukabumi termasuk pengangguran terbuka. Artinya 8 hingga 9 dari 100 orang di Kota Sukabumi menganggur, ini meliputi 14.543 orang jadi cukup banyak dari angkatan kerja yang hanya 174.375 orang,” jelasnya.

Pada tahun 2026, program Bestari diharapkan bisa memberangkatkan 3.500 warga Kota Sukabumi untuk bekerja di luar negeri. Program Bestari menggunakan skema Private to Private (P2P) dengan melibatkan kerja sama antara Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan agensi di luar negeri. Terdapat sejumlah persyaratan untuk mengikuti program Bestari seperti usia minimal 18 tahun dan maksimal 45 tahun.

Peserta program ini nantinya akan mengikuti sejumlah pelatihan dan ujian, sehingga pekerja yang diberangkatkan adalah pekerja profesional dan memiliki kompetensi. Disnaker menyiapkan pula beberapa skema pembiayaan untuk mengikuti program ini, salah satunya dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran dari perbankan.

“Ada beberapa skema, seperti melalui program KUR PMI (Pekerja Migran Indonesia). Besarannya itu maksimal hingga Rp100 juta. Nah untuk besarannya itu ada cost structure atau struktur pembiayaan yang ditentukan oleh Kementerian P2MI.Misalkan kalau (bekerja) ke Brunei Darussalam, akan berbeda biayanya dengan ke Jepang. Kemudian ada biaya pelatihan juga walau dari biaya sendiri dulu. Tapi sekarang mah daftar saja dulu, gaskeun Bestari. Terkait pembiayaan nanti mungkin ada skema (lain) yang kita siapkan,” ucapnya.

Pendaftaran program Bestari dilakukan secara berjenjang dimulai dari tingkat kelurahan. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih banyak mengenai program ini, bisa mendatangi Kantor Disnaker Kota Sukabumi di Jalan Ciaul Pasir nomor 63.

Leave a Reply