Forum Satu Data Kota Sukabumi Targetkan Kenaikan Indeks Pembangunan Statistik

Reporter : Farid Effendi

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi menyelenggarakan Entry Meeting Koordinasi Penguatan Internal Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) di Ruang Pertemuan Diskominfo pada Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari Kick Off Meeting Pembinaan dan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) RI pada 18 Februari lalu. Kegiatan entry meeting dihadiri tim Forum Satu Data Kota Sukabumi dan aparatur dari berbagai perangkat daerah.

Agenda utama entry meeting meliputi penyampaian arahan strategis, pemaparan metodologi EPSS 2026, identifikasi bukti dukung, penyusunan rencana kerja, serta sesi umpan balik (feedback). Statistisi Ahli Muda Diskominfo Ahmad Zulkarnaen, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan koordinasi internal dalam rangka mewujudkan target kenaikan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) pada tahun 2026. Kenaikan IPS menurutnya menunjukkan semakin optimalnya pemanfaatan data di lingkup Pemerintah Kota Sukabumi.

“Harapan kita minimal di angka 3,8. Harapan kita dengan adanya IPS ini, perangkat daerah akan semakin cakap dalam pemanfaatan data statistik yang digunakan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program,” ujarnya.

Dalam kegiatan entry meeting yang dihadiri pula oleh Kepala Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Cepi Suryadi Marwan, sinergi peran Bappeda, BPS, dan OPD Produsen Data dalam pemenuhan indikator EPSS 2026 terus diperkuat, khususnya dengan memetakan potensi data unggulan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata sebagai lokus penilaian.

Melalui penyusunan rencana aksi yang terstruktur, pertemuan ini menargetkan output berupa daftar inventaris bukti dukung untuk 38 indikator EPSS, kesepakatan jadwal pemenuhan data, serta penguatan dokumentasi penjaminan kualitas.

“Harapannya semua perangkat daerah terlibat semua, berpartisipasi dan berkomitmen untuk bisa memberikan evidence – evidence dalam penyempurnaan lembar kerja evaluasi yang diminta oleh tim penilai internal itu sendiri,” tandas Zulkarnaen.

Leave a Reply