Reporter : Arif Hidayat
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupayan upaya pemerintah untuk memastikan pembangunan berjalan secara partisipatif, terarah, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, saat membuka Musrenbang Kecamatan Warudoyong dan Baros, yang diadakan pada 27 Januari 2026 di kantor kecamatan masing – masing.
Wali kota dalam sambutannya menekankan pula pentingnya soliditas dan persatuan seluruh elemen dalam membangun Kota Sukabumi yang adil, aman, dan sejahtera. Keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama dan kebersamaan semua pihak. Menurutnya Musrenbang adalah momentum strategis untuk menyatukan seluruh elemen, dan menyelaraskan aspirasi warga agar program pembangunan berjalan lebih tepat sasaran.
Sedangkan Camat Warudoyong Sandra Utama Teguh menjelaskan dalam Musrenbang kali ini dibahas 25 usulan pembangunan infrastruktur dan 32 kegiatan pemberdayaan masyarakat, yang sebelumnya sudah dihimpun melalui Musrenbang di tingkat kelurahan.
“Usulan infrastruktur itu prioritasnya masih (pembangunan) jalan lingkungan, karena memang masih dibutuhkan. Untuk non fisik (pemberdayaan masyarakat) rata – rata bisa dilaksanakan di program dana kelurahan,” ujarnya.

Ia menerangkan pula bahwa usulan masyarakat yang diajukan pada Musrenbang sebelumnya, rata – rata telah direalisasikan.
“Untuk usulan Musrenbang tahun 2023 – 2024, tidak ada yang tertunda, sudah hampir selesai semua,” tambahnya.
Sementara Camat Baros Angga Sugia Wijaya, menyampaikan Musrenbang Kecamatan akan menyaring berbagai usulan masyarakat yang sebelumnya ditetapkan dalam Musrenbang kelurahan, sehingga menghasilkan sepuluh usulan prioritas.
“Prioritas fisik itu diusulkan oleh setiap kelurahan, seingat saya ada usulan pendirian SMA di Kelurahan Baros, Kemudian di Kelurahan Jayaraksa pembangunan talud di RW 01,” jelasnya.
Ia mengharapkan seluruh usulan masyarakat yang ditetapkan dalam Musrenbang bisa diakomodir dan direalisasikan dalam program pemerintah tahun 2027. Terkait dengan usulan pendirian SMA, ia menjelaskan hal ini merupakan sesuatu yang mendesak dan perlu segera direalisasikan, untuk semakin mempermudah warga Baros mengakses pendidikan.
“Kelurahan Baros merupakan yang terluas di antara kelurahan lainnya di Kecamatan Baros. Kemudian banyak permukiman warga juga. Harapan warga memang sudah saatnya ada SMA. Ini (usulan) juga sudah disampaikan ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jabar,” tandasnya.