Reporter : Arif Hidayat
Nilai investasi di Kota Sukabumi pada tahun 2025 mencapai Rp1,15 triliun. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi Teten Agus Sugihan, ketika diwawancara di kantornya pada 14 Januari 2026.
Ia melanjutkan hingga tahun 2025, DPMPTSP mencatat sebanyak 8.798 perusahaan mikro, 3 perusahaan kecil, 1 perusahaan menengah dan 11 perusahaan besar beroperasi di Kota Sukabumi, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 27.102 orang. Dalam upaya membangun iklim investasi yang lebih baik, DPMPTSP pun telah berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, di antaranya untuk mendorong terwujudnya pembangunan kawasan industri di Kota Sukabumi serta pembangunan gedung Mal Pelayanan Publik.
“DPMPTSP mendorong adanya kawasan industri yang (rencananya) berada di Kelurahan Sukakarya, diharapkan mendongkrak nilai investasi,” jelasnya.
Kendati demikian, ia menyebutkan nilai investasi pada tahun 2025 tidak mencapai target yang ditetapkan sekitar Rp1,2 triliun. Seperti ditambahkannya terdapat beberapa hal yang menjadi tantangan pihaknya untuk mengejar target tersebut, seperti perubahan aturan dan kebijakan dari pemerintah pusat terkait penerbitan izin berusaha.
“Sekarang itu (perizinan) berdasarkan risiko rendah, menengah dan tinggi. NIB (Nomor Induk Berusaha) tidak serta – merta jadi kalau sekarang itu, berbeda (kondisinya) sebelum ada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 yang berlaku mulai Bulan Oktober 2025. NIB bukan lagi berdasarkan skala usaha, tetapi risiko,” jelasnya.
Mendorong perkembangan investasi pada tahun 2026, DPMPTSP mengharapkan penyesuaian Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) telah rampung dikerjakan, dan Pemerintah Kota Sukabumi pun bisa menerbitkan kebijakan insentif bagi para pelaku usaha.
“Diharapkan penyesuaian RDTR sudah dibuat, dan mudah – mudahan insentif daerah bisa diterbitkan. RDTR yang dibuat selaras dengan (kebijakan) Pemerintah Provinsi. Selain itu ya mudah – mudahan (setidaknya) dibuat RDTR walaupun untuk satu atau dua kecamatan, tapi yang pertumbuhan perekonomiannya tinggi misal untuk Kecamatan Cikole dan Cibeureum,” tandasnya.