Peserta Program Bestari Ikuti Pelatihan Yang Diadakan Oleh Disnaker

Reporter : Bintang Maulana Yusuf Adiwinata

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki pada 7 April 2026 berkunjung ke Balai Latihan Kerja untuk meninjau pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi bersama berbagai pihak. Pada kesempatan tersebut wali kota juga meninjau layanan Eazy Passport yang dibuka oleh Kantor Imigrasi Sukabumi.

Ayep Zaki pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud salah satu upaya Pemerintah Kota Sukabumi untuk menurunkan angka pengangguran. Pada pelatihan ini, para CPMI diberikan pelatihan untuk penempatan kerja ke berbagai negara eropa, asia, dan kawasan timur tengah.

“Kita harus berkolaborasi untuk membangun ekosistem pekerja migran yang baik,” ucapnya ketika memberikan sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga menyampaikan visinya untuk meningkatkan martabat para pekerja dari Kota Sukabumi dengan memastikan bahwa warga yang bekerja ke luar negeri adalah pekerja yang profesional, terampil, serta memenuhi seluruh aspek legalitas.

“Saya ingin menjadikan Sukabumi sebagai ‘Kota Migran’ Indonesia, bukan sekadar kampung migran,” tegasnya.

​Terkait kendala biaya keberangkatan yang sering dikeluhkan para calon peserta, ia memastikan pemerintah tengah mencari jalan keluar melalui skema pembiayaan perbankan. “Terkait kendala biaya keberangkatan yang cukup besar, kita akan mencari solusi melalui bantuan perbankan, karena pemerintah daerah tidak mungkin menanggung semuanya sendiri,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari Program Bestari, Be Star International, program yang memberikan peluang untuk warga Kota Sukabumi untuk berkarir di luar negeri.

“Dalam program Bestari ada sekitar 100 orang yang akan berangkat ke kawasan Timur Tengah, dan sekitar 15 orang ke Jepang. Memang masih dari target, mudah – mudahan kondisi geopolitik, perekonomian semakin membaik, kemudian peluang kerja baik di dalam maupun di luar negeri bisa semakin mudah diakses,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa selain pengiriman pekerja migran, Disnaker pun menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan, untuk memfasilitasi warga mengakses berbagai lowongan pekerjaan di dalam negeri.

“Kita kerja sama misalnya dengan Trans Jakarta dan berbagai perusahaan yang ada di Kota Sukabumi,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2025 terdapat 65 % warga yang bekerja dari jumlah angkatan kerja sekitar 186 ribu orang. Selain itu Disnaker membuka peluang bekerja bagi 11.080 ribu orang.

“Ini tidak cukup ternyata, dan kita juga menemukan data bahwa banyak warga yang ingin bekerja ke luar negeri. Makanya kita memfasilitasi semuanya, baik bekerja di dalam maupun luar negeri,” tandasnya.

Leave a Reply