Reporter : Hendriansyah
Puskesmas Cikundul dan Puskesmas Lembursitu berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan Mini Lokakarya Lintas Sektoral, yang berfokus pada pembahasan pencegahan dan penanganan penyakit campak. Kegiatan yang diadakan di Kantor Kecamatan Lembursitu, pada 9 April 2026 dibuka secara resmi oleh Camat Lemburtsitu Yudi Sutriana.
Mini lokakarya yang dihadiri para pemangku kepentingan seperti Forkopimcam, dan kader Posyandu bertujuan untuk menyatukan visi dan strategi dalam mencegah penyebaran penyakit campak, serta memastikan langkah penanganan cepat dan akurat andai terjadi kasus penyebaran campak.
Dalam sambutannya Camat Lembursitu menekankan pentingnya peran serta semua elemen masyarakat dan lintas instansi, dalam menjaga kesehatan lingkungan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit campak. Ia pun mengharapkan setiap pihak bisa menjalin koordinasi lebih baik, agar upaya pencegahan bisa berjalan efektif.
Kepala Puskesmas Lembursitu Eri Kurniawati menuturkan walau saat ini belum ada kasus penyebaran campak di wilayah kerjanya, namun pihaknya telah mengirimkan tiga sampel kasus diduga campak ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah untuk sampai saat ini penemuan kasus positif tidak ada sih mudah-mudahan jangan sampai ada, hanya sudah ada tiga sampel yang diperiksa terduga campak dan sampai saat ini hasilnya belum ada,” jelasnya.
Ia pun menerangkan bahwa Puskesmas Lembursitu dalam sepekan ke depan akan mencoba untuk menuntaskan imunisasi campak bagi balita.
“Untuk mengejar ketertinggalan itu kami melakukan kegiatan Penari, Sepekan Mengejar Imunisasi,” tandasnya.
Sementara Kepala Puskesmas Cikundul drg. Siska Permatasari, mengatakan sejauh ini terdapat dua kasus diduga campak, dan pihaknya pun telah mengambil sejumlah langkah yang diperlukan.
“Mungkin karena gejalanya sudah mengarah kesana klinisnya, sudah mulai dilakukan intervensi ya kunjungan ke rumah kemudian juga mendata kontak eratnya gitu ya dan juga tata laksana,” tandasnya.