Reporter : Riksan
Pemerintah Kota Sukabumi telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dalam upaya menurunkan angka pengangguran. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat diwawancara usai pembukaan International Job Fair yang diadakan oleh Pasim Go Migrant Center, pada 27 Juli 2026 menyebutkan kerja sama merupakan bagian dari strategi menurunkan angka pengangguran, bahkan ke depannya ia akan berupaya untuk memperluas cakupan kerja sama tersebut dengan mengajak lebih banyak P3MI.
“Strateginya kita sudah bekerja sama dengan empat P3MI, salah satunya Pasim. Saya (juga) akan mengajak P3MI yang di luar Kota Sukabumi agar menyalurkan pekerja migran,” ucapnya.
Seperti dijelaskan lebih lanjut, strategi lainnya yang juga tengah dipertimbangkan adalah pengalokasian dana APBD untuk membantu Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang tidak bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran dari perbankan, karena memiliki kendala dalam BI Checking. Menurutnya terdapat dua daerah yang sudah melakukan hal ini yakni Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bali.
“Disini ada sedikit masalah yang terjadi karena dari 10 CPMI paling tidak lima hingga enam orang bermasalah dengan BI Checking, dikarenakan pinjaman online atau perbankan. Nilai pinjamannya juga gak terlalu besar paling Rp20 juta atau Rp50 juta, tapi menyebabkan tidak bisa mengakses KUR program penempatan pekjerja migran, sehingga kita harus mencari solusi misal melalui intervensi koperasi atau APBD,” tambahnya.
Ia pun mengaku memanfaatkan pertemuan dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, dalam acara pembukaan International Job Fair, untuk menyampaikan permohonan dukungan pihak kementerian terhadap upaya Pemerintah Kota Sukabumi untuk menurunkan angka pengangguran, melalui penyaluran pekerja migran.
Pada akhir wawancara, ia mengimbau masyarakat yang berminat untuk bekerja ke luar negeri agar berangkat melalui jalur resmi, dan bisa mengakses informasinya melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi.