Reporter : Hendriansyah
Para pengurus TP – PKK Kota Sukabumi harus berperan dalam pengelolaan sampah yang dilakukan dari hulu ke hilir. Hal ini menjadi salah satu amanat dari Ketua TP – PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, dalam kegiatan pelantikan Ketua TP – PKK Kecamatan Lembursitu dan Warudoyong, serta talkshow “Aku Hatinya PKK”, yang dilaksanakan di ruangan pertemuan Gedung PKK pada 12 Agustus 2026.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota PKK agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mempererat silaturahmi, serta menyatukan langkah dalam pelaksanaan sepuluh program pokok PKK.
Adapun talkshow Aku Hatinya PKK yang menghadirkan Kepala Bidang Pokja 3 TP – PKK, Dr. Eneng Rahmi, diisi dengan materi bedah buku ekonomi sirkuler pengelolaan sampah. Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan konsep ekonomi sirkular sebagai sistem yang meminimalkan limbah dengan cara memakai kembali, mendaur ulang, dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan.
“Saat ini sampah merupakan masalah bersama namun dengan penerapan ekonomi sirkuler dalam pengelolaan sampah rumah tangga, sampah tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sumber daya yang bernilai ekonomi. Pengelolaan sampah yang baik dimulai dari kesadaran keluarga, pemilahan di sumber, hingga pengolahan yang bermanfaat,” jelasnya.
Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti sesi bedah buku, serta memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan dan mencari solusi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Saat diwawancara usai kegiatan, Ranty Rachmatillah mengharapkan Kader PKK bisa menerapkan pengelolaan sampah sejak dari rumah. Menurutnya kegiatan bedah buku ini akan diikuti dengan sosialisasi lainnya terkait pengelolaan sampah.
“Jadi menyelesaikan sampah itu sejak dari hulu atau dari rumah tangga, karena TPS kita sudah penuh. Bagaimana solusinya agar setiap rumah tangga menyelesaikan sampah sejak dari rumah. Nanti kita akan praktik pembuatan biopori. Paling utama dari semuanya adalah kesadaran dari masyarakat, karena penyelesaian sampah ini perlu dukungan dari banyak pihak,” ujarnya.