Reporter : Hendriansyah
Berupaya memberikan kontribusi terhadap program Pemerintah Daerah dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pengelolaan sampah, Kelurahan Cipanengah menghadirkan inovasi terbaru berupa program Bank Sampah “Babe Kusam” atau Bayar PBB ku Sampah.
Lurah Cipanengah Ujang Sobandi ketika diwawancara di kantornya pada 21 April 2026, menyampaikan bahwa inovasi ini digagas untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak, sekaligus menanggulangi sampah.
Melalui konsep waste to money, sampah yang dikumpulkan warga akan dikelola oleh Bank Sampah, kemudian dikonversi ke dalam nilai uang, dan disimpan dalam bentuk tabungan. Hasil tabungan bisa digunakan oleh warga untuk membayar PBB – P2 ataupun diambil dalam bentuk tunai.
“Melalui inovasi ini kami mencoba mengajak warga dalam rangka meminimalisir pembuangan sampah ke TPA. Jadi kita mengelola sampah dari rumah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Pada inovasi ini kita utamakan pengelolaan sampah anorganik, bagaimana kita mengajak warga masyarakat untuk memilah sampah seperti plastik, botol bekas minuman, dikumpulkan dan dijual ke Bank Sampah Babe Kusam,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan inovasi lainnya yang dimiliki Kelurahan Cipanengah yaitu Someah atau Sodaqoh Mere Sampah. Pada inovasi ini, hasil pengumpulan sampah yang telah dikonversi ke dalam nilai uang, akan digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan seperti keluarga rawan stunting.
Ia pun berharap kedua inovasi ini bisa membuat warga semakin peduli untuk mengelola sampah.