Reporter : Hendriansyah
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Citamiang yang menjadi ajang seleksi untuk mencari siswa-siswi berbakat yang akan dijadikan wakil kecamatan pada FTBI Tingkat Kota Sukabumi, resmi dimulai.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Citamiang, Yeni Sumirat, dalam sambutannya saat pembukaan FTBI pada 10 Oktober 2026, mengatakan ajang yang diikuti oleh 223 siswa dari 21 sekolah negeri dan swasta bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik, sekaligus merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Sunda. Diharapkannya, tahun ini Kecamatan Citamiang bisa meloloskan lebih banyak wakilnya ke ajang FTBI Tingkat Provinsi dan Nasional.
“Bisa dua atau tiga semua kita borong ya, teknis dan strategi kita jika dari tujuh mata lomba itu hanya dikirim juara 1 dan 2, strateginya mungkin saya akan memberikan motivasi kepada anak dan memberikan bimbingan kepada guru yang menjadi pembimbingnya, serta memberikan waktu khusus agar lebih maksimal dalam pembinaannya,” ucapnya saat diwawancara.
Adapun Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dadi Rulanto, saat membuka FTBI Kecamatan Citamiang, memberikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah dan para guru yang telah melaksanakan ajang ini. Dijelaskannya berdasarkan jadwal yang telah disusun, FTBI Tingkat Kota Sukabumi direncanakan dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 5 November mendatang.
Menurutnya fokus utama dari FTBI adalah memastikan 718 bahasa ibu di Indonesia tetap lestari, terutama karena saat ini terdapat 11 bahasa ibu yang telah dianggap punah.
“FTBI itu merupakan salah satu cara untuk memperlambat, bahkan kalau bisa menghentikan kepunahan,” jelasnya. Ia pun mengharapkan para peserta bisa menampilkan kemampuan terbaik dalam FTBI Kecamatan Citamiang.