Reporter : Hendriansyah
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menggelar pertemuan koordinasi penanggulangan krisis kesehatan pada 29 Oktober 2026, bertempat di Hotel Balcony. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa Barat, dengan fokus pembahasan pada penguatan kluster kesehatan, serta persiapan pembentukan Health Emergency Operations Center (HEOC), atau Pusat Operasi Darurat Kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat kapasitas personel Dinkes Kota Sukabumi dalam penanggulangan krisis kesehatan, melalui penguatan klaster kesehatan dan penyiapan pembentukan Pusat Operasi Darurat Kesehatan.
Sedangkan Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal untuk menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan krisis kesehatan di Kota Sukabumi.
Ia pun menyampaikan beberapa langkah yang harus ditindaklanjuti pasca kegiatan, yakni pemetaan risiko dan kapasitas kesehatan secara komprehensif, memperjelas struktur, tugas, dan mekanisme kerja Klaster Kesehatan. Kemudian menyiapkan pembentukan Pusat Operasi Darurat Kesehatan secara bertahap, membangun sistem informasi dan komunikasi yang cepat, akurat, dan terintegrasi, serta menyusun rencana tindak lanjut yang terukur.
“Ketika sudah terjadi kita sudah bisa memahami apa yang harus dilakukan, siapa berbuat apa, kesiapan-kesiapan logistik itu semua sudah direncanakan secara tepat dan juga bisa melakukan pengambilan keputusan secara tepat, sehingga ketika terjadi bencana, masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan,” ucapnya.
Adapun pada pembahasan pada pertemuan ini di antaranya meliputi mekanisme kerja klaster kesehatan, alur pertukaran data, prosedur peringatan dini, serta pembagian peran setiap lembaga saat terjadi keadaan darurat.