Pemerintah Kota Sukabumi mengharapkan dukungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) agar empat sasaran utama program pembangunan pemerintah daerah yaitu penurunan angka stunting hingga nol persen, kemudian penurunan angka kemiskinan ekstrem dan pengangguran, serta mewujudkan infrastruktur yang memenuhi standar pelayanan bagi masyarakat, dapat terlaksana dengan baik.
Empat sasaran utama tersebut dibahas dalam audiensi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dengan pihak Bappenas pada 21 Juli 2026 di Jakarta. Audiensi ini bertujuan pula untuk memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, dengan membangun jalur komunikasi yang intensif dengan kementerian terkait untuk mendukung perencanaan pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.
Ia juga menuturkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi tengah menyiapkan ekosistem pembangunan yang berorientasi pada penguatan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai fondasi pembiayaan pembangunan berkelanjutan.
“Alhamdulillah hari ini sudah bertemu dengan Staf Ahli Menteri beserta jajarannya. Kami sudah berkomunikasi dan mengusulkan peningkatan RSUD R. Syamsudin, S.H. Yang menarik, kami memiliki akses langsung untuk menyampaikan perkembangan-perkembangan kepada kementerian terkait, terutama dalam membangun ekosistem perencanaan jangka panjang bagi Kota Sukabumi,” ungkapnya saat diwawancara.
Ayep juga menambahkan, konsep perencanaan pembangunan pemerintah daerah yang dipaparkan dalam audiensi, mendapat sambutan positif dari jajaran Bappenas. Komunikasi lanjutan akan terus dilakukan agar berbagai program prioritas dapat memperoleh dukungan dan sinkronisasi dengan kebijakan pemerintah pusat.
Ia pun mengundang jajaran Bappenas untuk berkunjung ke Kota Sukabumi, guna melihat langsung kondisi lapangan dan berbagai potensi pembangunan yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
“Saya juga mengundang Bappenas untuk datang ke Kota Sukabumi agar dapat melihat langsung realitas di lapangan sehingga sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya.(*)